Tampilkan postingan dengan label Antasari Azhar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antasari Azhar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2017

Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri Akan Beberkan Kasus Pembunuhan Nasrudin Zulkaraen

Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri Akan Beberkan Kasus Pembunuhan Nasrudin Zulkaraen | IDAMANPOKER - AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri Akan Beberkan Kasus Pembunuhan Nasrudin Zulkaraen
Mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri Akan Beberkan Kasus Pembunuhan Nasrudin Zulkaraen

Boyamin Saiman selaku Kuasa Hukum mantan Ketua KPK Antasari Azhar menyambut niat baik dari rencana mantan Kapolri Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri yang akan membeberkan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkaraen yang mengakibatkan kliennya divonis selama 18 tahun.

IDAMANPOKER - SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA

Tentunya kami sangat senang dan menyambutnya dengan gembira sebab tujuan kami yakni untuk buka-bukaan kasus tersebut agar kasus yang menimpa Pak Antasari tidak menjadi misteri secara terus menerus. Andai saja beliau bersedia untuk jumpa pers atau hal semacamnya kita akan sangat gembira, kalau perlu akan menyambut dengan gegap gempita," ujar Boyamin saat dihubungi, Kamis (21/2/2017).

Dia menganggap langkah Bambang tersebut bisa mengungkap misteri atas kematian Nasrudin. Bahkan, dia berharap mendatangi Bareskrim Polri terkait laporan yang sebelumnya dilakukan Antasari pada Selasa (14/2/2017) lalu. Bambang H Danuri menjabat Kapolri pada periode 2008-2010. Kasus Antasari terjadi pada 2009.

"Sangat senang sekali, justru itukan yang disampaikan pak BHD (Bambang Hendarso Danuri) kan akan memberi informasi yang cukup bagus kan malah nanti bisa jika pak BHD malah suka rela datang ke Bareskrim untuk menyampaikan keterangan atau malah nanti diundang oleh Bareskrim kan begitu," kata dia.

Dia juga menilai keterangan Bambang sangat penting untuk menambah bukti-bukti terkait laporannya di Bareskrim Polri untuk mengungkap dalang di balik pembunuhan Nasrudin.

"Justru itukan, makanya nanti berharap dari keterangan-keterangan itu bisa kita jadikan bahan menambah data dan fakta ke Bareskrim terkait laporan itu," kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan kabar jika ada rencana Bambang H Danuri akan memberikan keterangan resmi terkait kasus yang pembunuhan Nasrudin yang menjerat Antasari.

"Saya mendapat kabar kemungkinan besar Pak mantan Kapolri Pak Bambang Hendarso dan para penyidiknya akan membuat keterangan resmi mengenai kasus itu," kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III di Gedung DPR , Rabu (22/2/2017) kemarin.

Tito juga membantah jika pihaknya mengistimewakan Antasari ketika melakukan pelaporan ke Bareskrim.

Malah, dia menganggap langkah Antasari melapor ke Bareskrim merugikan Polri. Sebab, ketika itu, Antasari melaporkan penyidik Polri yang menangani kasus pembunuhan Nasrudin. Penyidik tersebut tak lain adalah Kapolda Metro Jaya yaitu Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan.

"Yang bersangkutan (Antasari) datang ke Mabes Polri justru untuk melaporkan anggota Polri. Karena yang dilaporkan anggota Polri para penyidik yang dilaporkan termasuk Pak Kapolda Metro. Jadi yang dilaporkannya Pasal 318 KUHP (persangkaan palsu) jadi mohon maaf bukan melaporkan Pak SBY. Bukan," kata Tito.

"Yang dilaporkan Pasal 318 yaitu adanya petugas yang membiarkan seolah-olah ada yang melakukan rekayasa atau menghilangkan barang bukti," Tito menambahkan.

‎Dalam laporan Antasari, kata Tito, ada empat item. Kelalaian petugas menghilangkan barang bukti berupa baju, kemudian soal bekas peluru, serta pesan singkat yang tidak terekam data seluler.

"Jadi, ini Justru Polri yang dirugikan karena yang diserang dari penyidik, sedangkan serangan kepada Pak SBY nggak ada secara laporan, tidak ada tertulis tidak ada. Hanya laporan pada saat keluar dari waktu door stop (Antasari di Mabes Polri)," ujar Tito.‎

 

Selasa, 14 Februari 2017

Bambang Soesatyo Minta Kepolisian Untuk Segera Mengungkap Kasus Yang Dilaporkan Antasari Azhar

Bambang Soesatyo Minta Kepolisian Untuk Segera Mengungkap Kasus Yang Dilaporkan Antasari Azhar | IDAMANPOKER - AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

Bambang Soesatyo Minta Kepolisian Untuk Segera Mengungkap Kasus Yang Dilaporkan Antasari Azhar
Bambang Soesatyo Minta Kepolisian Untuk Segera Mengungkap Kasus Yang Dilaporkan Antasari Azhar

Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo minta kepolisian untuk segera mengungkap kasus yang dilaporkan Antasari Azhar tentang asal SMS gelap yang seolah-olah dikirimkan mantan Ketua KPK Antasari kepada Direktur Utama PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, sebelum ditembak mati, diyakini dapat membongkar kasus.

IDAMANPOKER - SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA

"Pihak keamanan atau kepolisian harus menerima dan segera melaksanakan laporan tersebut berdasarkan bukti yang ada," ujar Bambang Soesatyo di Polda Metro Jaya, Rabu (15/2/2017).

Kasus tersebut dilaporkan Antasari pada tahun 2011 ke Polda Metro Jaya. Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan sehingga Antasari secara terus menerus minta ke kepolisian agar secepetnya ditindaklanjuti. Bahkan, Antasari kemudian melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri.
Bambang menambahkan jika dalam penyelidikan nanti ternyata ditemukan perkembangan terbaru, polisi harus menyampaikan kabar tersebut ke publik.

"Dan segera diumumkan ke publik apabila terpenuhi bukti yang ada," kata dia.

Pengungkapan asal muasal SMS gelap tersebut, kata dia, sangat penting untuk meluruskan dugaan Antasari menjadi korban kriminalisasi ketika menjabat ketua KPK di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Intinya kalau ada pembengkokan hukum di masa lalu ya sudah seharusnyaa penegak hukum sekarang meluruskan kembali pembengkokan hukum itu berdasarkan fakta yang ada," kata dia.

Polisi diminta jangan berlama-lama menindaklanjuti laporan Antasari. Dikhawatirkan, akan terjadi perang terbuka antar elite.

"Kalau tidak ya sampaikan saja, agar tak berlarut-larut. Ini bisa menjadi perang terbuka diantara tokoh elite kita," kata Bambang.

Kemarin, usai melapor ke Bareskrim, Antasari menuding Yudhoyono mengetahui adanya rekayasa kasus yang membuatnya masuk penjara selama delapan tahun. Antasari mengatakan sebelum dia ditangkap polisi sebagai tersangka kasus pembunuhan, Yudhoyono mengutus CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (sekarang Ketua Umum Partai Perindo) datang ke rumah Antasari untuk meminta agar KPK jangan menahan menahan besan Yudhoyono, Aulia Pohan.

Yudhoyono tidak terima dituduh Antasari menjadi inisiator kasus pembunuhan. Dalam konferensi pers, Yudhoyono menegaskan bahwa itu semua fitnah. Dia mengatakan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Antasari bermuatan politis dan memiliki misi untuk menyerang Yudhoyono.

Yudhoyono melalui tim hukum kemudian melaporkan Antasari ke Bareskrim Polri dengan tuduhan fitnah.

Sabtu, 28 Januari 2017

Antasari Azhar: Saya Akan Segera Gabung Dengan PDIP

Antasari Azhar: Saya Akan Segera Gabung Dengan PDIP | IDAMANPOKER - AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

Antasari Azhar: Saya Akan Segera Gabung Dengan PDIP
Antasari Azhar: Saya Akan Segera Gabung Dengan PDIP

Mantan ketua KPK Antasari Azhar saat bebas dari tahanan, sekarang sudah sering terlihat muncul di acara politik. Antasari menghadiri perayaan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/1).

IDAMANPOKER - SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA

Baru-baru ini, Antasari menghadiri acara debat Cagub Cawagub DKI, Jumat (27/1). Antasari berada di barisan pendukung pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot yang notabene didukung PDIP, Golkar, NasDem dan Hanura.

Antasari secara gamblang menyatakan dalam waktu dekat akan bergabung dengan salah satu parpol. Antasari mengaku akan masuk ke parpol bulan depan.

"Saya memang akan bergabung dengan satu partai politik tertentu. Alasan saya bergabung dengan parpol itu karena ada kesamaan dan secara historis kami memiliki satu ideologi," kata Antasari saat diwawancarai Kompas TV di kediamannya, Sabtu (28/1).

Antasari bahkan blak-blakan membuka partai apa yang akan dimasukinya. Dia mengakui akan masuk PDIP.

"Nah, sekarang sebagian besar orang GMNI ada di PDIP. Saya akan bergabung ke situ (PDIP), kalau tidak ada halangan," katanya.